- Anemia: Kemoterapi, terapi radiasi, dan beberapa jenis kanker dapat menguras sel darah merah, membuat Anda lelah, pusing, dan sesak napas. Ahli kesehatan Anda dapat menguji munculnya anemia dan merekomendasikan pengobatan seperti istirahat dan diet sehat.
- Pendarahan dan memar (trombositopenia): Kemoterapi dan terapi yang ditargetkan dapat menghabiskan trombosit, sel yang membekukan darah untuk menghentikan pendarahan. Ini bisa membuat Anda rentan terhadap memar dan pendarahan. Bicaralah dengan ahli kesehatan Anda jika Anda melihat perubahan.
- Pengeroposan tulang (osteoporosis): Kanker dan perawatan seperti kemoterapi dapat menyebabkan pengeroposan tulang. Latihan angkat beban, nutrisi yang tepat dan suplemen dapat membantu. Pemeriksaan kepadatan tulang juga direkomendasikan.
- Kekambuhan kanker: Orang yang selamat dari kanker menghadapi kemungkinan bahwa kanker mereka akan kembali. Perawatan kanker juga dapat meningkatkan risiko pasien mengembangkan jenis kanker baru. Bicarakan dengan ahli kesehatan Anda tentang pemeriksaan rutin dan janji tindak lanjut lainnya. Jika kanker muncul dalam keluarga Anda, Anda mungkin ingin mempertimbangkan konseling genetik dan penilaian risiko.
- Sembelit: Kemoterapi dan obat pereda nyeri dapat menyebabkan sembelit. Diet tinggi serat dan banyak cairan dapat membantu. Bicarakan dengan ahli kesehatan Anda sebelum minum obat apa pun.
- Diabetes: Obat kanker dapat meningkatkan kadar gula darah Anda (hiperglikemia), meningkatkan risiko terkena diabetes bahkan setelah perawatan. Beri tahu dokter Anda jika Anda mengalami pusing atau semakin haus atau sering buang air kecil. Maka obat kimia masih memiliki efek samping.
Baca Juga: Tempat Pengobatan Anak yang Tidak Keluar Suara di Tangerang dan Palembang Paling Aman
- Diare: Kanker dan pengobatan dapat menyebabkan diare, membuat Anda berisiko kehilangan terlalu banyak cairan. Hubungi ahli kesehatan Anda jika Anda merasa pusing, demam atau memiliki urin berwarna kuning tua atau tidak buang air kecil.
- Mulut kering: Terapi radiasi, terutama ke kepala atau leher Anda, dapat mempengaruhi kelenjar ludah Anda. Mulut kering (xerostomia) dapat mempengaruhi indera perasa dan nafsu makan Anda. Anda juga mungkin merasa lebih sulit untuk menelan, tidur, dan berbicara. Sebagai pengganti, permen atau permen karet tanpa gula dapat membantu.
- Masalah mata: Kemoterapi dapat meningkatkan risiko sindrom mata kering dan katarak.
- Kelelahan: Rasa lelah adalah hal biasa di antara penderita kanker. Latihan, keterampilan relaksasi, dan strategi untuk menjaga energi Anda dapat membantu.
- Rambut rontok: Kemoterapi dan terapi radiasi dapat menyebabkan kerontokan rambut sementara.
- Gangguan pendengaran: Obat kemoterapi dan terapi radiasi dosis tinggi ke otak dapat merusak pendengaran. Beri tahu ahli kesehatan Anda segera jika Anda melihat perubahan.
- Masalah jantung: Kemoterapi dan radiasi ke dada dapat merusak jantung dan pembuluh darah. Ahli kesehatan Anda mungkin merekomendasikan diet sehat, penurunan berat badan, olahraga, obat-obatan, dan langkah-langkah lainnya.
Dan terapi merupakan bentuk perawatan yang paling aman, nyaman dan tepat untuk kondisi gangguan kesehatan semacam ini. Terutama tempat pengobatan kanker di Tangerang dan Palembang yang dikembangkan oleh RS Medical Hacking. Dan fasilitas tersebut dapat Anda gunakan dengan menghubungi mereka di halaman ini. Selain itu, mengkonsumsi madu hutan segar juga sangat baik untuk menunjang perawatan. Untuk informasi lebih lanjut serta pemesanan untuk madu hutan segar dari RS Medical Hacking, klik di sini.